Senin, 24 Februari 2014

Yang Terpilih

Pilihan Hatiku
Berdiri ku di sini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimu
Dan bertahan untukmu
Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku 
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu

Minggu, 23 Februari 2014

Cerita Rakyat


SI KULUP
Cerita ini berasal dari belitung. Dahulu ada sebuah keluarga yang bertempat tinggal di dekat sungai Cerucuk. Kehidupan keluarga tersebut sangatlah miskin. Mereka hidup dari mencari dedaunan maupun buah-buahan yang ada di dalam hutan. Hasil pencahariannya dijual kepasar.
            Keluarga tersebut mempunyai seorang anak lelaki bernama Si Kulup. Si Kulup senang membantu orang tuanya mencari nafkah. Mereka saling membantu. Meskipun mereka hidup berkekurangan namun tidak pernah merasa menderita.
            Suatu ketika ayah Si Kulup pergi ke hutan untuk mencari rebung yang masih muda. Rebung itu dijadikan sayur untuk makan bertiga. Saat menebang rebung, terlihatlah oleh ayah Si Kulup sebatang tongkat berada pada rumpun bambu. Pak Kulup, demikian orang menyebut ayah Si Kulup mengamati tongkat tersebut. Semula tongkat itu akan dibuang, tetapi setelah diperhatikan betul dan dibersihkan ternyata tongkat itu bertabur intan permata dan merah delima.
Ia juga tetap membawa rebung pulang  karena dari situlah mata pencahariannya sehari-hari. Pak Kulup dengan perasaan was-was, takut membawa tongkat pulang kerumah. Sesampai di rumah, di dapatinya Si Kulup sedang tiduran. Istrinya berada di rumah tetangga.
Si Kulup disuruh memanggil ibunya, tetapi pemuda itu tak mau. Ia baru saja pulang mendorong kereta. Badan masih lelah. Ia tidak tahu bahwa ayahnya membawa tongkat bertabur intan permata.
Pak Kulup pergi menyusul istrinya yang sedanga bertandang di rumah tetangga. Pak Kulup dan Mak Kulup terlihat asyik bercerita menuju rumahnya. Sampai di rumah, mereka berunding tentang tongkat yang ditemukan tadi siang.
Pak Kulup mengusulkan agar tongkat itu disimpan saja. Mungkin nanti ada yang mencarinya. Mak Kulup menjawab, “ mau disimpan dimana ? kita tidak punya lemari. “
KemudianSi Kulup pun usul, “ lebih baik dijual saja, supaya kita tidak repot menyimpannya.”
Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk menjual tongkat temuannya. Si Kulup ditugasi untuk menjual tonkat tersebut ke negeri lain. Si Kulup pergi meninggalkan desanya. Tidak lama kemudian, tongkat itu pun terjual dengan harga yang sangat mahal.
Setelah Si Kulup menjadi kaya, ia tidak mau pulang kerumah orang tuanya. Ia tetap tinggal di rantauan. Karena ia selalu berkawan dengan anak-anak saudagar kaya, maka ia pun diambil menantu oleh saudagar paling kaya di negeri itu.
Si Kulup sudah beristri. Mereka hidup serba berlebih. Si Kulup sudah lupa akan kedua orang tuanya yang menyuruh menjual tongkat.
Setelah bertahun-tahun mereka hidup di rantau, oleh mertuanya Si Kulup disuruh berniaga ke negeri lain bersama isterinya. Si Kulup lalu membeli sebuah kapal besar. Ia juga menyiapkan anak buahnya yang diajak serta berlayar. Mereka berdua minta doa restu kepada orang tuanya agar selamat dalam perjalanan dan berhasil mengembangkan dagangannya.
Mualilah mereka berlayar meninggalkan daerah perantauannya. Saat itu Si Kulup teringat kembali akan kampung halamannya. Ketika sampai di muara sungai Cerucuk mereka berlabuh. Suasana kapal sangat ramai karena suara dari binatang perbekalannya, seperti : ayam , itik angsa dan burung.
Kedatangan Si Kulup di desanya terdengar oleh kedua orang tuanya, terlebih-lebih emaknya. Emaknya menyiapkan makanan kesukaan Si Kulup seperti ; ketupat, rebung, belut, ayam panggang dan sebagainya. Kedua orang tuanya datang ke kapal sambil membawa makanan kesukaan anaknya.
Sesampai di kapal, kedua orang tua itu mencari anaknya Si Kulup. Si Kulup sudah menjadi saudagar kaya melihat kedua orang tuanya merasa malu. Maka diusirnyalah kedua orang tuanya. Buah tangan yang dibawa emaknya pun dibuang.
Saudagar kaya itu marah sambil berucap, “ pergi ! lekas pergi! Aku tak mau punya orang tua seperti kalian. Jangan kotori temapatku ini, tidak tahu malu, mengaku diriku sebagai anakmu. Apa mungkin aku mempunyai orang tua miskin seperti kau ? enyahlah kau dari sini !”
Pak Kulup dan isterinya merasa terhina sekali. Mereka cepat-cepat meninggalkan kapal. Putuslah harapannya bertemu dan mendekap anak untuk melepas rasa rindu. Yang mereka terima hanyalah umpatan caci-maki dari anak kandungnya sendiri.
Setibanya di darat, emak Si Kulup tidak dapat menahan amarahnya. Ia benar-benar terpukul hatinya dengan peristiwa tadi. Ia berucap, “ kalau saudagar itu benar-benar anakku Si Kulup dan kini tidak mau mengaku kami sebagai orantuanya, mudah-mudahan kapal besar itu karam “
Selesai berucap demikian itu, ayah dan emak Si Kulup pulang kerumahnya dengan rasa kecewa. Tidak berapa lama terjadi suatu keanehan yang luar biasa, tiba-tiba gelombang laut sangat tinggi menerjang kapal saudagar kaya. Mula-mula kapal itu oleng ke kanan dan ke kiri, menimbulkan ketakutan luar biasa pada penumpangnya. Akhirnya kapal itu terbalik, semua penumpangnya tewas seketika. Dan Si Kulup yang durhaka tenggelam berserta hartanya yang melimpah.

Jumat, 18 Oktober 2013

Someone

SECRET ADMIRE

Mungkin dirimu bukanlah milikku
Mungkin hanya dalam pandang yang bisa kubuat
Mungkin hanya diriku yang menyimpan rasa ini
Mungkin dirimu tak pernah tau ada aku disini
Mencintaimu adalah hal terhebat di mataku
Tanpa kau tau dalam gelapmu
Akulah wanita yang mengagumimu
Mencintaimu apa adanya
Sungguh tak ada kesanggupan untukku melupakanmu
Meskipun rasa ini hanya aku yang tau
Mungkin hanya doa yang bisa kupanjatkan
Untuk kebahagiaanmu
Untuk kesehatanmu
Untuk cintamu
Kau mungkin tak pernah tau aku disini
menunggu dalam sepi
memandang di balik daun berguguran
mendoakanmu di dalam setiap doaku
Dirimu adalah anugrah dalam hidupku
Memilikimu adalah suatu keinginan terbesarku
Mungkin bila tuhan menghendaki
aku bersamamu
Mungkin tapi sungguh hanya tuhan yang tahu
yang perlu kau tau inilah aku
aku yang selalu mencintaimu
merindukanmu dalam malam
menyebut namamu dalam doaku
sungguh tak mampu aku menahan rasaku
aku… aku… akulah yang mencintaimu
namun cukup aku saja yang tahu
tanpa kau tau, percayalah aku slalu menjagamu
Kepakkan sayapmu bentuk hidungmu
membuat mataku tak mampu berkedip
sungguh sayang… tanpa kau tau, akulah cintamu
akulah yang menjagamu
akulah yang mencintaimu
akulah yang mendoakanmu
entah kapan dan mampukah aku
namun slalu kudoakan yang terbaik untukmu
dalam doaku selalu terselip namamu
kamu adalah hatiku yang slalu kujaga
walau kau tak mempedulikanku
tak pernah tau dalam hatiku.
ya, aku adalah wanita yang setia menemanimu
Mungkin suatu saat kau akan bersamaku
doaku slalu ada denganmu
dan pada akhirnya kamu harus tau
kalau aku sangat mencintaimu